Inilah Perbedaan Antara Motor Balap Dengan Motor Harian

Motor balap dan harian

Pengguna kendaraan sepeda motor tidak mampu asal dalam hal pilih jenis ban. Untuk kendaraan harian misalnya, pengguna tidak disarankan untuk gunakan ban yang diperuntukkan untuk balap dan termasuk begitu sebaliknya.

Untuk memahami ciri dan termasuk jenis ban dalam kegunaannya, pemilik kendaraan motor lebih-lebih dahulu memahami apa saja komponen yang ada terhadap ban itu sendiri.

perawatan motor harian dan motor balap sama. Namun keduanya memiliki perbedaan yaitu di beban dan rentang kerja. ”Semua motor balap, lebih-lebih yang dikembangkan dari motor mengolah massal, mesti menanggung beban kerja jauh lebih tinggi ketimbang motor harian. Beban kerja ini sangat memengaruhi umur gunakan bermacam suku cadang. Ini yang mesti diketahui sebagai basic melakukan perawatan

Di AHRT, umur gunakan rantai motor balap Honda CBR250RR di ajang ARRC kelas AP250 kurang lebih 650 km. Oleh sebab itu, tim dan mekanik balap yang baik selalu bakal mencatat umur gunakan seluruh parts (dalam km) penting seperti rantai motor, mesin, oli mesin, dan lain sebagainya.

Letak compound terhadap ban

ban untuk harian kebanyakan gunakan dua compound, yaitu hard dan soft. Compound soft dibenamkan di segi samping ban selagi compound hard di sedang ban.

“Nah untuk ban sport ini, soft componnya kita taruh di bagian samping ban, sedangkan untuk hard componnya kita taruh di tengah

Merawat

Setelah memahami beban dan rentang kerja, maka kita mampu memahami langkah merawat motor balap yang lama tak dipakai. Berdasarkan pengalaman Yoga, hal pertama yang mesti ditunaikan serverjatim.com adalah bersihkan seluruh bagian dari motor.

Saat balap, seluruh bagian sepeda motor dibongkar hingga tersisa rangka (main frame, sub-frame, dan komponen terkait), serta wire harness (kabel bodi). Semua komponen body di cek sesudah itu dicuci hingga bersih dan dikeringkan. Jika ada komponen yang rusak, sebisa bisa saja diperbaiki atau diganti.

Komponen

Selebihnya, mekanik atau pemilik tim balap termasuk mesti memahami komponen-komponen urgent yang mesti dijaga selagi motor balap lama didiamkan. Berikut sebagian komponen yang dimaksud:

1. Baterai

Baterai spesifikasi balap kebanyakan memiliki fungsi discharge agar tidak rusak jika disimpan sangat lama. Ada baiknya baterai rechargable ini di-discharge telebih dahulu sebelum akan disimpan. Setelah disimpan, cek tegangan baterai, dan melakukan pengisian baterai kembali jika diperlukan.

2. Air Radiator

Pada regulasi balap, radiator mesti diisi air dan tidak boleh diisi cairan coolant yang dijual di pasaran maupun cairan bawaan pabrik. Air keran yang belum dimurnikan (distilasi) mampu menjadi punya kandungan mineral dan logam. Oleh sebab itu, sebelum akan disimpan dalam selagi lama, kuraslah air radiator. Pastikan air radiator terisi penuh sebelum akan kembali menyalakan mesin.

3. Bensin

Sebelum disimpan sangat lama, pastikan bensin dikuras dari tangki. Hal ini ditunaikan untuk menghindar adanya bensin yang teroksidasi/ terpapar hawa luar maupun zat kontaminan lain dalam selagi lama). Bensin yang udah teroksidasi berikut bakal membawa dampak pembakaran mesin tidak sempurna. Dalam sebagian kasus lebih-lebih bensin jenis ini mampu menyumbat lubang injektor yang membawa dampak mesin motor tidak mampu menyala.

4. Oli

Penyimpanan oli dalam selagi lama sebenarnya tidak ada masalah. Hanya yang diperhatikan adalah umur gunakan oli terhadap motor balap. Contohnya, terhadap ajang ARRC kelas AP250, oli berspesifikasi khusus Honda CBR250RR mesti diganti tiap tiap 500 km. Jika oli udah melalui umur pakai, maka mampu dikuras lebih-lebih dahulu dan diisi kembali sebelum akan sesi latihan balap berikutnya. Atau dalam sebagian kasus, jika ada serpihan logam (gram) terhadap oil pan, maka oli mesti dikuras dan diganti dengan yang baru. Hal ini ditunaikan untuk menghindar kerusakan yang diakibatkan oleh sirkulasi oli yang udah terkontaminasi.